Pages

Rabu, 02 Maret 2011

0 Sekilas Info Kerusakan Tambak Akibat Abrasi Pantai Di Mangunharjo



KERUSAKAN MANGROVE AKIBAT ABRASI
Panjang pantai di kelurahan Mangunharjo  :   3,5 km dari sungai beringin s/d plumbon
Luas tambak  :  326 ha milik 82 orang petani tambak, mulai tahun 1995 tambak milik petani terkena dampak abrasi sampai dengan tahun 2010, jumlah tambak yang hilang seluas  171 ha, dengan rincina sebagi berikut :
1. Mulai tahun 2005 s/d 2010, jumlah tambak yang hilang akibat    dampak abrasi rata-rata  sekitar 5 ha/ per tahun.
2. Tambak yang masih produktif 75 Ha, rusak berat 80 ha dan 171 Ha Tambak Hilang.
3.  Kedalaman terendah sekitar 0,5 meter.
PEMBANGUNAN SABUK PANTAI
Kegiatan yang sudah di lakukan oleh masyarakat yaitu Pembangunan Sabuk Pantai dan penanaman mangrove dibelakang sabuk pantai panjang 2,5 Km, di mulai dari Sungai Plumbon dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah masih ada lubang sepanjang 1 km yang perlu penanganan.
KEGIATAN REHABILITASI YANG DILAKUKAN
Dan untuk mendukung perlindungan pesisir dan tambak juga dilakukan Rehabilitasi Ekosistem Mangrove Mulai Tahun 2000 sampai dengan tahun 2010 jumlah luasan hutan mangrove sekitar 30 Ha, itupun banyak yang mengalami kerusakan, dan  jumlah pohon yang tertanam sekitar 1.745.600 Pohon Terdiri Mangrove. Api-api, cemara laut, ketapang dan tanaman perdu, itu belum cukup untuk mengatasi laju abrasi yang semakin cepat dari tahun ke tahun.


DIPUBLIKASIKAN OLEH DIREKTUR KONSERVASI

Selasa, 01 Maret 2011

0 MANGROVE HILANG PENGHASILAN BERKURANG, DAMPAK ABRASI DI MANGUNHARJO


KONDISI ABRASI TAHUN 2011
Pada tahun 1996/1997 warga kelurahan  mangunharjo kecamatan tugu kota semarang jawa tengah pernah memiliki kenangan indah ketika menjadi juara I (pertama) lomba intensifikasi petani tambak tingkat nasional dan  60 petani tambak secara bersama-sama menunaikan badah haji.
Itu artinya kesejateraaan para petani tambak diatas rata-rata karena hasil tambak melimpah, satu hektar tambak bisa menghasilkan udang dan bandeng berkuintal-kwintal, namun itu hanya cerita para petani tambak dulu.
RUSAKNYA EKOSISTEM MANGROVE 
Sejak kerusakan lingkungan  dimulai tahun 1998 sejak hilang 11 ha huta mangrove (bakau) hilang  tertelan abrasi sebagaian juga dibabat untuk budidaya udang windu pada saat itu, lalu abrasi begitu cepat sehingga  pada akhir tahun 2010 sudah melenyapkan 161 ha tambak penduduk maka secara pasti petani tambak kehilangan mata pencaharian sehingga lambat laun terjadi pemisikinan di kelurahan mangunharjo.
Di Kelurahan Mangunharjo kini hanya tersisa 30 ha hutan mangrove, tapi kondisinya sebagaian telah rusak karena laju abrasi semakin cepat, sehingga tambak 326 ha dan 161 ha diatanranya  sudah menjadi lautan, dari data itulah betapa sulitnya ekonomi warga  kelurahan mangunharjo.
KONDISI TPI MANGUNHARJO
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang dibangun sekarang pun mangkrak tidak berfungsi, banyak laki-laki petani tambak yang beralih profesi  menjadi buruh, kuli bangunan ataupun tukang ojek para nelayan pun makin sedikit memperoleh hasil tangkapan karena kerusakan hutan mangrove yang semula menjadi sarang bibit ikan yang kini sudah hancur. Untuk menghidupi keluarganya seorang nelayan tetap melaut  walaupun setiap hari  hanya menangkap ikan dan udang  sebanyak 3 s.d 4 kilo  per hari. Bila dijual laku sekitar Rp 75.000 s/d 100.000 pendapatan itu belum  dikurangi untuk biaya bahan baker dan makan, jadi pulang hanya membawa sedikit itu berbeda dengan 10 tahun yang lalu itu akibat dari hilangnya hutan mangrove. Kata zarkoni (45) tahun nelayan Mangkang Wetan..


 DIPUBLIKASIKAN OLEH KETUA BIOTA FOUNDATION

Sabtu, 26 Februari 2011

0 BOLU MANGROVE DARI PESISIR MANGUNHARJO

Pameran Dies Natalis UNDIP Tahun 2010
Pameran Di Halaman Balai Kota Semarang
Mangrove atau dikenal dengan sebutkan bakau adalah tumbuhan pantai tropis yang mampu menyesuaikan diri dan tumbuhanergenang di air pasang surut.
Fungsi tanaman mangrove  selain untuk penangkal gelombang dan tempat pemijahan biota air,  bisa juga dimanfaatkan untuk pembuatan bolu mangrrove,  puding dan klepon mangrove bahan yang menghasilkan kualitas baik adalah jenis avicennia marina (api-api)   .

Produksi bolu mangrove yang berjalan sejak tahun 2008 itu, dikerjakan oleh Kelompok Pengolah Hasil Tambak dan Laut ikan  "Karya Mina Mandirii" yang di ketuai oleh Ibu Nur ChayatI.
Bolu mangrove yang dibuat oleh ibu-ibu sekarang kebanjiran order, terlebih ada undangan bazar, seminar dan pelatihan di kampus ,instansi pemerintah dan pihak swasta.

Bolu mangrove juga di pasarkan di kawasan  Simpang Lima Semarang oleh Kelompok Pemuda Peduli Lingkungan Mangunharjo sekaligus memperkenalkan tanaman mangrove kepada masyarakat Kota Semarang.
Pameran di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah

DIPUBLIKASIKAN OLEH DIREKTUR PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Sabtu, 19 Februari 2011

0 SEKILAS INFO STRATEGI MITIGASI DAN ADAPTASI DALAM MENGHADAPI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM


























MITIGASI
    Mitigasi dari perubahan iklim melalui upaya pengurangan efek gas rumah kaca.
ADAPTASI
    Adaptasi dari perubahan iklim melalui penyesuian untuk meningkatkan kelangsung hidup, aktifitas sosial dan ekonomi, mengurangi kerawanan terhadap perubahan iklim.


PENGURANGAN GAS CO2

DAPAT MELALUI :
1. Menanam pohon atau rebioisasi dan melestarikan hutan.
2. Penanaman vegetasi pantai seperti : mangrove dan cemara laut dan  lain-lain.
3. Penghematan penggunaan air dan listrik.
4. Mencari energi alternatif yang ramah lingkungan
5. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi
6. Melakukan pengelolaan limbah/sampah
7. Mengurangi penggunaan tas plastik

PENANAMAN VEGETASI PANTAI

DIPUBLIKASIKAN OLEH KETUA BIOTA foundation

0 Beginilah Cara Ibu-Ibu Menanam Mangrove Demi Peningkatan Kesejahteraan Keluarganya.

                                                 

BIOTA Foundation :  Dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat  dalam melstarikan lingkungan,  maka kami mengajak  ibu-ibu untuk mengikuti  kegiatan rehabiltasi ekosistem mangrove dan pembibitan mangrove.  ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan sehingga ibu-ibu juga mengerti apa fungsi dan manfaat ekologi hutan mangrove.   


TARGET KEGIATAN
1, Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat (khususnya Ibu- ibu)
2. Meningkatkan pendapatan tambahan  para ibu-ibu  dalam kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove.
3. Terciptanya suatu kegiatan yang bisa mendukung upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan daerah pesisir pantai.
DIPUBLIKASIKAN OLEH DIREKTUR KONSERVASI